Dibuat oleh Admin . Pada 15 November 2022 - 13:32
SURAKARTA, SATRIAMUDA.ID - Satria Muda Pertamina harus mengakui keunggulan Pelita Jaya Bakrie 62-70 pada partai puncak Piala Indonesia di Solo, Minggu (15/11). Kekalahan ini menggagalkan SM Pertamina mempertahankan gelar juara pra-musim yang sebelumnya diraih pada tahun 2019 di tempat yang sama. Kedua tim menampilkan permainan yang ketat dan penuh dengan kontak fisik pada paruh pertama. Pertahanan kolektif yang digalang oleh Vincent Kosasih, dkk menurup area bawah ring Pelita Jaya dengan rapat. Meski demikian sesekali SM Pertamina masih mampu menembusnya dan mencentak angka.
Kontak fisik yang terjadi juga terbilang intens, kedua tim secara keseluruhan melakukan jumlah foul yang hampir sama, 20 berbanding 19. Pada paruh pertama secara kasat mata jelas terjadi beberapa kali kontak fisik yang melibatkan pemain dari kedua tim saat menyerang ataupun bertahan, memberikan cita rasa final yang utuh bagi penonton yang hadir di Sritex Arena sore itu. Kedua tim yang digadang-gadang sebagai dua tim terbaik di bola basket Indonesia saat ini mengakhiri paruh pertama dengan selisih satu angka.
Memasuki paruh kedua, Pelita Jaya Bakrie memainkan ritme yang berbeda. Mesin angka mereka berjalan tetap efektif dan pertahanan yang digalang menjadi sangat ketat. SM Pertamina hanya mampu menambah 4 angka pada 5 menit pertama kuarter ketiga, sementara Pelita Jaya melaju mulus dengan mencetak 10 angka. Ini merupakan alarm pertama yang berbunyi bagi SM Pertamina. Meski demikian, perubahan yang diterapkan oleh Youbel Sondakh mampu memangkas selisih angka yang ada dan menutup kuarter ketiga dengan skor 45-48, berjarak 3 angka saja.
Kuarter keempat menyajikan problematika yang sama bagi SM Pertamina. Lima menit pertama pada kuarter pamungkas, SM Pertamina hanya mampu mencetak 3 angka saya, sementara Pelita mampu mencetak 9 angka. Menjadikan jarak angka yang sebelumnya sudah merapat kembali jadi lebar. Pengejaran yang dicoba oleh SM Pertamina sempat menunjukkan titik terang, ketika rangkaian tembakan 3 angka yang berhasil dilesakkan oleh Sandy Ibrahim, Juan Laurent, dan Hardianus. Meski demikian, Pelita Jaya Bakrie lewat Prastawa yang tampil fenomenal dengan raihan 25 angka pada pertandingan ini telah berada di luar jangkauan.
Hasil ini menjadi catatan unik tersendiri bagi SM Pertamina. Piala Indonesia kemungkinan besar akan menjadi pertandingan kompetitif terakhir SM Pertamina di tahun 2022, melawan Pelita Jaya Bakrie, SM Pertamina menutup tahun ini dengan kekalahan. Pertandingan kompetitif perdana yang dimainkan pada tahun ini, di IBL Tokopedia menghadapi lawan yang sama juga dibuka dengan kekalahan. Meski bukan meraih hasil yang diharapkan, hasil ini menjadi modal yang baik untuk mematangkan persiapan jelang musim baru yang akan bergulir Januari 2023. (TSA)