Dibuat oleh Admin . Pada 24 October 2025 - 12:37
Bandung, 23 Oktober 2025 - Satria Muda Pertamina Bandung menunjukkan kesiapannya menatap musim baru dengan melanjutkan langkah-langkah konkret terkait dengan kepindahan klub ke kota yang kini menjadi rumah mereka yakni, Bandung. Melalui acara bertajuk Ngariung Jeung Satria Muda Bandung (Mini Press Conference Satria Muda Pertamina Bandung) yang digelar di GOR C-Tra Arena, klub memperkenalkan sejumlah agenda strategis sebagai bagian dari persiapan kompetisi Indonesia Basketball League (IBL) 2026. Hadir sebagai pembicara Adhitia Putra Herawan, Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, lalu dari pihak Satria Muda Pertamina Bandung diwakilkan oleh Christian Ronaldo Sitepu, Managing Director Satria Muda Pertamina Bandung, Youbel Sondakh, Head Coach Satria Muda Pertamina Bandung, Theodore Wira Adi, Team Manager Satria Muda Pertamina Bandung, dan legenda basket kota Bandung yang namanya sudah dikenal sejak lama, yakni Firmansyah yang merupakan mantan pemain dari Panasia Indosyntec Bandung yang ikut berkontribusi dalam raihan gelar juara untuk Kota Bandung. Salah satu inisiatif yang diperkenalkan adalah pemasangan history & champions journey banner dari sejarah basket Kota Bandung mulai dari Hadtex Juara Indonesia 1994, Panasia Indosyntec Bandung Juara Indonesia 1997, Panasia Indosyntec Bandung Juara Indonesia 1998, dan Prawira Harum Bandung 2023 di GOR C-Tra Arena sebagai bentuk penghormatan terhadap legacy basket Bandung dan simbol keterikatan klub dengan kultur olahraga kota ini. Selain itu, manajemen juga mengumumkan rencana revitalisasi lantai kayu lapangan utama GOR C-Tra yang akan menggunakan portable flooring dengan spesifikasi FIBA level 1, yang nantinya dipakai sebagai arena latihan dan pertandingan Satria Muda Bandung mulai musim depan dan juga untuk seluruh pegiat olahraga Kota Bandung yang menggunakan GOR C-Tra Arena, Bandung. Adhitia Putra Herawan, Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat mengungkapkan bahwa Persib Bandung siap mendukung Satria Muda Bandung untuk musim depan. “Kehadiran Satria Muda Bandung merupakan bagian dari transformasi ekosistem olahraga di Bandung. Kami di Persib melihat ini bukan sebagai dua entitas yang terpisah, tapi sebagai dua kekuatan besar yang sama-sama membawa nama kota ini, City of Champions.
Sinergi antara Persib dan Satria Muda bisa memperkuat citra Bandung sebagai kota olahraga yang penuh dengan semangat, karakter, dan kebanggaan yang kuat di setiap cabang olahraga,” ucapnya. “Pesan saya untuk masyarakat Bandung, mari kita sambut Satria Muda dengan rasa bangga dan kebersamaan. Ini bukan hanya tentang basket atau sepak bola, tapi tentang bagaimana kita membangun Bandung sebagai rumah besar untuk insan olahraga Indonesia,” tambah sosok yang kerap disapa Kang Adhit ini. Christian Ronaldo Sitepu, Managing Director Satria Muda Pertamina Bandung, mengatakan bahwa seluruh persiapan dilakukan secara bertahap namun terukur. Ia menekankan pentingnya menghadirkan kesiapan yang menyeluruh, baik dari sisi tim maupun infrastruktur. Menurutnya, Satria Muda tidak ingin sekadar hadir di Bandung, tetapi benar-benar berakar di dalamnya. “Sekarang kami sedang masuk ke fase yang lebih nyata. Dari sisi fasilitas, tim, hingga operasional, semuanya kami siapkan di Bandung. Kami ingin transisi ini berjalan wajar, dan memang tidak terburu-buru, tapi pasti. Bandung sudah jadi rumah bagi Satria Muda, dan sekarang kami segera mulai menempatinya,” ungkapnya. Selain infrastruktur, fokus berikutnya adalah kepindahan fisik tim ke Bandung.
Manajemen memastikan bahwa mulai Desember 2025 tim akan berlatih penuh di C-Tra Arena, sekaligus menyesuaikan diri dengan atmosfer baru jelang home game perdana pada Januari 2026. Theodore Wira Adi, Team Manager Satria Muda Pertamina Bandung, menjelaskan bahwa semua persiapan dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan tim dan standar kompetisi. Ia menilai kepindahan ke Bandung bukan sekadar logistik, tapi proses membangun rutinitas baru yang selaras dengan semangat kota. “Persiapan berjalan baik. Kami memastikan asrama, lapangan, ruang ganti, dan semua fasilitas siap saat tim mulai latihan di Desember nanti. Pemain juga antusias, mereka merasa Bandung punya energi yang positif dan membawa ‘hoki’ kepada klub kami ke depannya. Harapan kami, suasana baru ini bisa menular ke performa mereka di musim depan,” kata Theodore. Legenda Basket Bandung, Firmansyah mengungkapkan bahwa kehadirannya di acara ini merupakan sebagai bentuk dukungan untuk Satria Muda Bandung. “Saya sudah mendengar kabar bahwa Satria Muda kini akan menjadi klub basket dari Kota Bandung. Ini tentu kabar yang sangat baik bagi perkembangan bola basket di kota ini. Satria Muda dikenal dengan karakter dan mental juara yang kuat dan saya harap energi itu bisa menjadi semangat baru bagi pencinta basket Bandung. Kita sambut mereka sebagai bagian dari keluarga besar olahraga Bandung.” Terkait dengan pemain, Youbel Sondakh juga mengatakan bahwa masih membuka peluang untuk pemain generasi muda, khususnya asal Bandung bergabung dengan skuat. “Untuk komposisi pemain di IBL All Indonesian Cup 2025 masih sama, tapi kami juga sedang mencari talenta-talenta baru, mungkin dari Bandung sendiri. Atmosfer Bandung untuk para pemain sejauh ini sangat positif, para pemain merasa Idan antusias bisa membela nama Bandung bahkan beberapa sudah mulai merasa betah tinggal di sini. Ada semangat baru yang tumbuh di tim ini.” ujar Youbel. Acara Ngariung Jeung Satria Muda Bandung ditutup dengan prosesi tumpengan, sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan Satria Muda di Bandung dan doa untuk langkah-langkah ke depan. Suasana hangat dan kekeluargaan terasa di seluruh rangkaian acara, memperlihatkan bagaimana klub, komunitas, dan media lokal kini menjadi bagian dari satu ekosistem yang sama — ekosistem basket Bandung yang terus bertumbuh dan berprestasi.