Dibuat oleh Admin . Pada 13 April 2026 - 16:17
Bandung, 4 April 2026 – Satria Muda Pertamina Bandung mengalami kekalahan saat bertanding melawan RANS Simba Bogor dengan skor akhir 95-84. Pertandingan ini sempat berlanjut ke overtime setelah skor imbang di akhir kuarter keempat. Namun, lewat kesempatan tersebut, Satria Muda belum mampu mempertahankan momentum dan harus mengakui keunggulan lawan dalam gelaran IBL Gopay 2026 di Bandung Arena.
Setelah tip-off, Yudha Saputera menjadi pemain pertama yang menyumbang dua poin untuk Satria Muda Pertamina Bandung. Meski sempat tertinggal cukup jauh karena permainan tim tamu yang cukup agresif, Satria Muda mampu mengatur posisi bertahan dengan cukup baik. Respon yang cukup cepat, Dame Diagne turut menyumbang poin dengan slam dunk-nya. Tidak lama setelah itu, chemistry antara Yudha Saputera dan Chad Brown menghasilkan slam dunk luar biasa lainnya. Skor sementara untuk kuarter pertama pada pertandingan ini berakhir dengan skor imbang 18-18.
Dengan adanya rotasi pada pemain di kuarter kedua, Satria Muda berupaya untuk menjaga ritme permainan tim. Satria Muda Pertamina Bandung juga memanfaatkan time-out untuk mengevaluasi strategi yang lebih efisien. Slam dunk Chad Brown hasil assist dari Yudha Saputera di kuarter kedua membantu menghidupkan momentum tim. Namun, upaya yang dilakukan oleh Satria Muda belum berhasil untuk mendominasi pada kuarter ini dengan selisih skor 10 poin. Half time diakhiri dengan skor sementara 35-45 oleh RANS Simba Bogor.
Kuarter ketiga pada pertandingan ini diawali dengan tembakan dua poin dari Jalen Jones. Kolaborasi antara Ivy-Curry dan Jalen Jones membuahkan dua poin tambahan bagi Satria Muda Pertamina Bandung. Mempertipis selisih skor, Yudha Saputera turut menyumbang poin dengan three point-nya. Kuarter ketiga berakhir dengan keunggulan tim tamu 65-54, meninggalkan selisih sembilan poin.
Sandy Ibrahim membuka kuarter keempat dengan tambahan dua poin, menjadi dorongan awal bagi Satria Muda Pertamina Bandung untuk tetap kompetitif. Kuarter keempat sempat memanas setelah challenge dari Coach Djordje dinyatakan berhasil, sementara pemain dari tim lawan, KJ Buffen, harus keluar lapangan (ejected) akibat komentarnya kepada wasit. Sumbangan tiga poin dari Abraham Damar Grahita dan juga Ivy-Curry membantu memperdekat selisih skor sementara. Skor imbang 79-79 di akhir kuarter keempat memaksa pertandingan berlanjut ke overtime, sebelum akhirnya ditentukan dengan skor akhir 95-84 yang dimenangkan oleh RANS Simba Bogor.
Secara statistik, Satria Muda unggul dalam steals dengan total 16 banding 7, akurasi free throw di angka 78 persen membantu tim dalam memperlebar selisih poin. Akurasi field goals mencapai 33 persen (30/89), termasuk 44 persen untuk tembakan dua poin dan 21 persen untuk tembakan tiga poin. Kontribusi dari bench point dengan 12 poin menunjukkan usaha kolektif tim, meski belum cukup untuk membalikkan keadaan.
Yudha Saputera memimpin perolehan angka dengan 20 poin, diikuti Jalen Jones dengan memberikan 18 poin, Abraham Damar Grahita dengan 16 poin, Chad Brown dengan 13 poin, serta Jordan Ivy-Curry dengan tambahan 10 poin. Dengan mencatat 23 assist, Satria Muda tetap harus menerima kekalahan dari RANS Simba Bogor di penghujung laga.
Usai pertandingan, Coach Djordje Jovicic memberikan evaluasi atas performa tim sekaligus menyoroti faktor yang mempengaruhi hasil laga serta rencana menghadapi laga berikutnya.
“Pertama-tama, selamat kepada RANS Simba Bogor yang layak meraih kemenangan. Mereka tampil lebih baik, mencatat 14 offensive rebound, dan mengendalikan jalannya pertandingan sejak awal. Kami terlalu membuka ruang pada permainan post-up, dan itu menjadi salah satu alasan utama kekalahan. Bermain back-to-back memang berat, namun tim tetap menemukan energi dan sempat bangkit setelah momentum kembali terjaga. Kami bahkan memiliki peluang di serangan terakhir untuk meraih kemenangan, tetapi pada akhirnya RANS tampil lebih solid dan pantas memenangkan laga ini. Selanjutnya, kami akan menghadapi Pacific Caesar. Dengan jeda hampir 12 hari setelah rangkaian back-to-back ini, kami bertekad memulihkan kondisi dan kembali ke jalur kemenangan,” ujar Coach Djordje Jovicic, pelatih Satria Muda Pertamina Bandung.
Sementara itu, Widyanta Putra Teja menyoroti faktor kunci yang membuat tim kesulitan mengimbangi permainan lawan dan menegaskan bahwa kendali lawan di rebound dan paint area menjadi penentu jalannya laga.
“Kami kurang mampu mengontrol defensive rebound, sehingga lawan mendapatkan banyak kesempatan offensive rebound dan memiliki peluang serangan lebih banyak. Selain itu, kami juga banyak kecolongan di area paint, ditambah foul trouble yang menimpa beberapa pemain, bahkan Jalen hingga foul out. Hal ini menunjukkan bahwa sejak awal hingga akhir, kami kesulitan menguasai area paint dan lawan berhasil memanfaatkannya dengan baik,” tutup Widy.
Pertandingan selanjutnya yang digelar di Bandung Arena ialah IBL All Star 2026 pada Sabtu, 11 April 2026. Pertandingan yang mempertemukan dua tim favorit pilihan para pencinta basket Indonesia, Team Prastawa dan Team Yudha, ini akan menampilkan enam pemain Satria Muda Pertamina Bandung yaitu: Yudha Saputera, Abraham Damar Grahita, Jordan Ivy-Curry, Dame Diagne, Julian Chalias, dan Pandu Wiguna. (KA)