Dibuat oleh Admin . Pada 14 April 2026 - 13:18
Bandung, 14 April 2026 - Satria Muda Pertamina Bandung resmi mengumumkan bahwa dua pemain asingnya, Chad Teron Brown dan Jordan Treyvon Ivy-Curry atau yang lebih akrab disapa Juice, tidak akan melanjutkan karier bersama tim di pertengahan musim IBL GoPay 2026. Bagi Chad Brown, pertandingan terakhirnya bersama Satria Muda adalah laga sengit melawan RANS Simba Bogor, sementara Jordan Ivy-Curry akan menutup perjalanannya bersama tim melalui ajang IBL All Star 2026.
Keputusan ini menjadi bagian dari langkah strategis tim dalam menyongsong fase krusial musim. Menjelang pekan ke-11, Satria Muda akan mendatangkan pemain baru, seiring dengan batas akhir transfer pemain lokal dan pergantian pemain asing yang jatuh pada 12 April 2026. Dengan waktu yang terbatas, seluruh kontestan liga dituntut untuk bergerak cepat dalam menyempurnakan komposisi tim demi menghadapi fase akhir musim reguler dan playoff.
Sepanjang setengah musim ini, Jordan Ivy-Curry dan Chad Brown telah menjelma menjadi salah satu idola baru bagi para pendukung Satria Muda. Jordan Ivy-Curry dengan kontribusi rata-rata 15.5 poin, 5.0 rebound, 3.2 assist, dan 1.8 steal per game dari 14 pertandingan. Tidak hanya itu, sosoknya yang periang dan ramah juga menjadi salah satu alasan Ia begitu dekat dengan Blue Nation dan SM Fanatics.
Sementara itu, Chad Brown tampil konsisten dengan catatan 14.5 poin, 11.7 rebound, dan 1.2 assist per game, termasuk momen krusial saat menjadi penentu kemenangan dramatis atas Rajawali Medan di detik akhir. Kehadiran keduanya turut membawa Satria Muda mencatatkan rekor impresif 12-2 hingga pekan ke-10.
Dalam perjalanannya, Satria Muda menyadari bahwa kompetisi musim ini berjalan sangat dinamis. Setiap tim terus berkembang dan melakukan penyesuaian, termasuk melalui pergantian pemain asing untuk meningkatkan performa. Oleh karena itu, Satria Muda harus terus beradaptasi dengan situasi yang ada. Strategi tim akan selalu mengikuti kebutuhan dan perkembangan di lapangan, demi memastikan tim tetap kompetitif dan berada di jalur yang tepat menuju target utama sebagai juara.
Pelatih Kepala Satria Muda Pertamina Bandung, Djordje Jovicic menjelaskan krusialnya kepentingan ini diambil meskipun sulit.
“Keputusan melepas Chad Brown dan Jordan Ivy-Curry diambil karena satu tujuan yang jelas, yaitu untuk memastikan Satria Muda memiliki peluang terbaik meraih gelar juara. Manajemen menilai komposisi tim, tuntutan playoff, serta kebutuhan mendesak saat ini, lalu memilih langkah yang diyakini memberi keunggulan kompetitif di fase akhir musim. Keputusan ini bukan tentang masa lalu, melainkan tentang kesempatan terbaik agar tim tampil maksimal di momen krusial, meski harus melalui keputusan sulit, tapi ini demi kepentingan tim.” ujar Djordje.
“Setelah perubahan ini, fokus diarahkan pada percepatan integrasi pemain baru dan pembangunan chemistry secepat mungkin. Setiap latihan dan permainan menjadi krusial untuk menyatukan ritme serta memperjelas peran masing-masing. Fondasi permainan tetap sama yaitu ketangguhan, disiplin, dan mentalitas tim dengan penyesuaian detail untuk memaksimalkan potensi yang ada. Tim berkomitmen penuh menghadapi tantangan ini dan siap berjuang hingga akhir demi klub, pendukung, dan tujuan bersama.” tutur Djordje terkait langkah terdekat yang harus dilakukan Satria Muda setelah adanya perubahan ini.
Senada dengan hal tersebut, Sport Director Satria Muda Pertamina Bandung, Youbel Sondakh, menegaskan bahwa langkah ini diambil demi menjaga daya saing tim. “Sejak awal, Satria Muda Pertamina Bandung berkompetisi dengan target menjadi juara. Berdasarkan evaluasi performa dan kebutuhan permainan, kami melihat perlu adanya penyesuaian di posisi pemain asing agar bisa lebih kompetitif, terutama saat memasuki fase playoff. Kami mengapresiasi kontribusi yang sudah diberikan, namun dengan peta persaingan yang semakin ketat dan tim-tim lain juga melakukan penyesuaian, kami perlu beradaptasi agar tetap berada di jalur menuju target utama.”
Pada momentum kali ini, Jordan Ivy-Curry mengungkapkan rasa terima kasih atas pengalaman dan sambutan hangat yang ia terima selama berada di Indonesia. Ia juga menyampaikan kedekatannya dengan Indonesia yang telah menjadi rumah kedua baginya.
“Saya baik-baik saja. Di Indonesia, saya menemukan lebih dari sekadar tempat untuk bermain, saya menemukan rumah kedua. Sebuah negara yang menyambut saya dengan hangat, penuh dukungan, dan memberikan begitu banyak kenangan indah sepanjang perjalanan ini. Saya tahu Indonesia akan selalu menjadi tempat di mana saya merasa diterima, ke mana pun langkah saya selanjutnya membawa saya. Dan untuk Satria Muda Pertamina Bandung, terima kasih sudah mempercayai saya, mendukung saya, dan memberikan kesempatan untuk menjadi bagian dari keluarga ini.” ucap pemain yang kerap dipanggil “Juice” ini.
Satria Muda Pertamina Bandung menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi Chad Brown dan Jordan Ivy-Curry selama setengah musim ini. Kehadiran keduanya menjadi bagian dari perjalanan tim hingga titik ini, baik di dalam maupun di luar lapangan. Satria Muda menghargai setiap upaya dan profesionalisme yang telah ditunjukkan, serta mendoakan yang terbaik untuk langkah mereka selanjutnya. (SAM)