Dibuat oleh Admin . Pada 10 May 2026 - 14:43
Ciracas, 8 Mei 2026 - Pahitnya kekalahan kembali dirasakan Satria Muda Pertamina Bandung setelah gagal meraih kemenangan atas Hang Tuah Jakarta dengan skor akhir 70-62 pada IBL Gopay 2026 di markas lawan. Satria Muda Pertamina Bandung harus bertanding dengan absen dua pemainnya yang belum lama bergabung, Giorgi Bezhanishvili karena mengalami ankle injury dan juga Niven Antone Glover yang mengalami sprain knee .
Jalen Jones menjadi pemain pertama bagi Satria Muda Pertamina Bandung yang menyumbang poin setelah tip-off . Kuarter pertama berjalan dengan saling kejar poin tanpa adanya time-out dari kedua tim yang menandakan tempo permainan cepat dan intens. Dengan selisih skor sementara dua poin, tim tuan rumah mendominasi kuarter pertama dengan skor sementara 17-15. Defensive recovery dari Yudha Saputera membuka peluang bagi Jalen Jones untuk mencetak poin. Pandu Wiguna turut berkontribusi dengan aksi tak terduga dengan sebuah dunk . First half ditutup dengan tambahan poin dari Jalen Jones dengan keunggulan Satria Muda Pertamina Bandung 34-29.
Second half dibuka dengan poin dari Widyanta Putra Teja. Upaya three point dari Abraham Damar Grahita gagal dieksekusi, sementara steal dari Yudha Saputera hampir berujung poin. Meski berjalan cukup agresif, Satria Muda Pertamina Bandung belum mampu membalikkan keadaan dan menutup kuarter ketiga dengan skor 51-47 dominasi tim lawan. Kuarter yang menjadi penentu dimulai dengan tembakan three point dari Sandy Ibrahim yang memangkas selisih poin. Second chance points menjadi faktor pembeda di kuarter ini, dengan Satria Muda mencatat rasio 13 berbanding 3 meski tetap tertinggal. Upaya keras yang Satria Muda lakukan untuk membalikkan dominasi belum membuahkan hasil, dan pertandingan berakhir dengan kemenangan Hang Tuah Jakarta 70-62.
Secara statistik, Satria Muda unggul dalam steals dengan total 10 berbanding 3. Akurasi free throw di angka 52 persen sempat membantu tim memperkecil jarak skor. Namun, akurasi field goals hanya 31 persen (24/76), termasuk 43 persen untuk tembakan dua poin dan 15 persen untuk tembakan tiga poin. Kontribusi bench point dengan 17 poin tetap memberi dorongan, walaupun belum berbuah kemenangan.
Jalen Jones memimpin perolehan angka dengan 17 poin, diikuti Yudha Saputera dengan memberikan 16 poin, Dame Diagne dengan 7 poin, serta Widyanta Putra Teja dan Sandy Ibrahim dengan tambahan masing-masing 6 poin. Dengan mencatat 12 assist , Satria Muda Pertamina Bandung tetap harus mengakui keunggulan lawan.
Usai pertandingan, Djordje Jovicic menjelaskan bahwa evaluasi atas performa yang kurang konsisten menjadi dasar bagi pelatih untuk menekankan pentingnya kebersamaan dan fokus kolektif tim menjelang playoff .
"Pertama-tama saya ingin memberikan selamat kepada Hang Tuah Jakarta, mereka tampil lebih baik terutama di paruh kedua dan memang layak meraih kemenangan ini. Saya tidak bisa merasa puas dengan performa tim, khususnya ketika kami sudah sepakat untuk tidak terburu-buru dalam menyerang. Di babak pertama kami masih bisa mengontrol permainan meski ada kesalahan dan miskomunikasi. Namun saat lawan mulai menerapkan zona dan zona press , kami menjadi tergesa-gesa, tidak mampu membaca pertahanan, tidak menemukan celah, dan gagal menghukum mereka. Catatan 12 assist dengan dua point guard di lapangan jelas tidak cukup untuk level pertandingan ini,” jelas Djordje Jovicic, pelatih Satria Muda Pertamina Bandung.
"Saya berharap kami bisa belajar dari laga ini bahwa setiap pemain harus bermain lebih kolektif dan mengutamakan tim, bukan sekadar efisiensi individu. Absennya dua pemain asing bukan alasan, karena sebenarnya kami sempat mengontrol jalannya pertandingan dan bisa saja menang jika lebih fokus serta mau berbagi bola. Pelajaran penting menjelang playoff adalah semua pemain harus berkomunikasi lebih baik dan bermain untuk kemenangan tim. Dengan kondisi banyak pemain cedera dan kesempatan bermain bersama yang terbatas, tantangan akan semakin berat. Karena itu kami akan menonton ulang pertandingan ini bersama-sama agar segera mengambil pelajaran demi menghadapi laga terakhir musim reguler dan persiapan menuju playoff ,” jelasnya.
Lebih lanjut, coach Djordje menegaskan bahwa situasi ini menjadi pengingat bahwa fokus kolektif dan kesiapan tim harus segera ditingkatkan agar mampu menghadapi laga terakhir musim reguler sekaligus menatap playoff dengan energi baru.
"Kami kehilangan kesempatan untuk finis di posisi teratas, dan kini hasil pertandingan antara Pelita Jaya dan Tangerang Hawks akan menentukan peluang kami. Jika Pelita Jaya menang, maka kami tidak lagi memiliki peluang untuk menutup musim reguler di peringkat pertama. Ini adalah kekalahan kedua secara beruntun, sesuatu yang tidak mudah setelah sepanjang musim sebelumnya hanya kalah dua kali. Energi tim terkuras, sehingga proses pemulihan menjadi lebih sulit. Namun kami tetap profesional, memiliki pemain berpengalaman, dan akan segera menonton ulang pertandingan ini bersama-sama untuk mengambil pelajaran secepat mungkin. Kami berharap Niven bisa kembali berlatih pekan depan agar persiapan menuju playoff lebih maksimal, karena setiap pemain harus siap bermain demi tim dan kemenangan, bukan sekadar performa individu,” tambahnya.
Sementara itu, Yudha Saputera menegaskan bahwa tantangan menghadapi pertahanan zona lawan harus segera diatasi bersama, agar tim mampu bangkit dan menatap playoff dengan fokus kolektif.
“Selalu sulit untuk bangkit setelah dua kekalahan beruntun, sebelumnya melawan Dewa United dengan pola permainan yang mirip karena lawan menerapkan zona. Itu menjadi pekerjaan besar bagi kami, sebab jika tidak mampu memecahkan zona, akan selalu sulit. Begitu lawan bermain zona, kami langsung kewalahan dan gagal memanfaatkannya. Padahal tim ini punya banyak shooter bagus, hanya saja hari ini akurasi sedang menurun. Ke depan, dengan komposisi tim yang lebih lengkap dan jika ada ancaman di area dalam, kami harus bisa menghukum pertahanan zona lawan agar mereka tidak nyaman lagi memakainya. Saya yakin tim, coaching staff, dan semua pemain bisa menemukan solusi, yang terpenting tetap bersama-sama menghadapi playoff . Masih ada satu laga reguler season, jadi fokus kami adalah menjadikan pertandingan ini sebagai pelajaran dan menatap laga berikutnya dengan lebih baik,” tutup Yudha.
Pertandingan selanjutnya, Satria Muda Pertamina Bandung akan menghadapi Pelita Jaya Basketball Jakarta pada Minggu, 10 Mei 2026 di GOR Soemantri Brodjonegoro. (SAM)