Dibuat oleh Admin . Pada 13 May 2026 - 16:34
TAMPIL TOTALITAS, SATRIA MUDA PERTAMINA BANDUNG BELUM RAIH KEMENANGAN DI LAGA PENUTUP
Jakarta, 10 Mei 2026 - Menutup musim reguler IBL Gopay 2026, Satria Muda Pertamina Bandung kembali gagal meraih kemenangan saat melawan Pelita Jaya Jakarta dengan skor akhir 67-63. Big man Satria Muda, Giorgi Bezhanishvili, akhirnya kembali tampil setelah absen tiga laga karena ankle injury , sementara tim masih harus kehilangan Niven Antone Glover yang belum pulih dari cederanya.
Pertandingan dibuka dengan dua poin dari Jalen Jones yang menjadi dorongan awal positif bagi Satria Muda Pertamina Bandung. Giorgi Bezhanishvili berkontribusi dengan mencetak three point pertamanya semenjak bergabung dengan Satria Muda. Berjalan dengan sengit sedari awal, kuarter pertama ditutup dengan dominasi tim tuan rumah 17-12.
Kuarter kedua berlangsung dengan cukup intens. Beberapa aksi block dan steal turut mewarnai pertandingan klasik ini. Giorgi Bezhanishvili yang baru saja kembali dari absennya menunjukkan performa yang sangat baik. Fernando Manansang turut menjadi kontribusi tambahan bagi Satria Muda dengan double three point . Berhasil membalik dominasi, first half diakhiri dengan dominasi Satria Muda Pertamina Bandung 32-30 meninggalkan selisih dua poin.
Memasuki second half , Satria Muda Pertamina Bandung berupaya menjaga konsistensi untuk tetap mendominasi. Namun pertahanan yang cukup renggang dari Satria Muda sempat membuat lawan mengambil alih dominasi. Two handed slam dunk dari Dame Diagne semakin menghidupkan atmosfer pertandingan. Sempat berbalas poin, kuarter ketiga berakhir imbang 48-48.
Kuarter penentu berlangsung dengan sengit dan agresif. Namun disayangkan, Pandu Wiguna harus mengakhiri penampilannya lebih cepat karena mendapat foul out di kuarter ini. Eksekusi serangan dan beberapa steal membantu Satria Muda Pertamina Bandung untuk menjaga momentum pertandingan. Kembali imbang 61-61, Satria Muda berupaya melakukan eksekusi serangan yang lebih efektif. Berakhir dramatis, Satria Muda Pertamina Bandung gagal tundukkan Pelita Jaya Basketball Jakarta dengan skor akhir 67-63 meninggalkan selisih empat poin.
Secara statistik, Satria Muda unggul dalam steals dengan total 11 berbanding 9. Akurasi free throw di angka 40 persen sempat membantu tim memperkecil selisih skor. Namun, akurasi field goals hanya 35 persen (25/71), termasuk 37 persen untuk tembakan dua poin dan 30 persen untuk tembakan tiga poin. Kontribusi bench point dengan 29 poin dan 11 assist , tetap menjadi catatan positif meski Satria Muda belum berhasil memenangkan pertandingan.
Djordje Jovicic menegaskan karakter tim yang tetap tangguh menghadapi tantangan, sekaligus menjadi modal penting menatap playoff .
“Selamat kepada Pelita atas kemenangan, dan selamat juga kepada para pemain saya atas perjalanan luar biasa di musim reguler. Saya sampaikan di ruang ganti bahwa saya bangga bisa kembali ke IBL untuk kedua kalinya dengan misi membangun tim juara. Kami telah menunjukkan kualitas, kecerdasan, karakter, dan sikap sejak hari pertama, serta memainkan salah satu pertahanan terbaik di liga. Sepanjang musim kami menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan pemain asing, namun tim tidak pernah mengeluh dan tetap berjuang,” jelas Djordje Jovicic, pelatih Satria Muda Pertamina Bandung.
Lebih lanjut, coach Djordje menegaskan fokus tim untuk menatap playoff dengan kesiapan penuh, sekaligus menggarisbawahi pentingnya dukungan masyarakat Bandung sebagai energi tambahan bagi Satria Muda.
“Kami sekarang menatap ke depan, fokus pada playoff dengan pendekatan laga demi laga. Musim belum berakhir, kami akan kembali ke Bandung untuk beristirahat dan memulihkan energi sebelum menghadapi pertandingan berikutnya. Saya berharap dukungan penuh dari para penonton di Bandung, karena tim ini pantas mendapatkannya. Hingga kini, Satria Muda menjadi salah satu tim dengan jumlah penonton terbanyak di IBL, dan itu membuktikan bahwa tim serta kota ini terus berkembang bersama,” jelasnya.
Selain itu, coach Djordje menutup evaluasi musim reguler dengan penegasan tekad pantang menyerah, sekaligus menguatkan keyakinan tim untuk menghadapi playoff dengan karakter dan semangat juang yang konsisten.
“Yang terpenting, kami sudah menunjukkan bahwa kami tidak akan menyerah. Para pemain tetap berjuang meski menghadapi cedera dan rotasi yang sulit, termasuk Giorgi yang bermain lebih lama dari rekomendasi dokter demi membantu tim. Kami percaya proses ini akan membuat kami semakin siap menghadapi playoff . Saya yakin dengan karakter para pemain, dengan semangat pantang menyerah, kami akan terus melangkah tanpa alasan, tanpa mencari pembenaran, hanya dengan tekad untuk memberikan yang terbaik bagi Satria Muda Pertamina Bandung,” tambahnya.
Sementara itu, sang kapten, Abraham Damar Grahita, menegaskan standar permainan Satria Muda yang tetap terjaga, sekaligus menjadi bekal penting menatap playoff .
“Selamat kepada Pelita Jaya atas kemenangan mereka. Namun, tanpa menjadikan alasan, jelas bahwa liga yang sangat bergantung pada pemain asing akan menjadi tantangan besar bila tim kekurangan satu pemain asing. Meski begitu, kami membuktikan bahwa Satria Muda mampu bermain dengan standar tinggi, menekan Pelita Jaya yang merupakan juara musim reguler hingga detik terakhir dengan skuad penuh mereka. Saya rasa ini menjadi modal berharga bagi Satria Muda Bandung untuk menghadapi playoff ,” jelasnya.
Abraham juga menekankan kesiapan fisik, mental, dan chemistry tim sebagai fondasi menghadapi jadwal padat playoff . “Sering bermain bersama tentu akan sangat membantu, tetapi kini kami sudah berada di penghujung musim reguler dan playoff sudah di depan mata. Siapapun lawannya, kami harus benar-benar siap sebagai sebuah tim. Secara fisik kami harus lebih kuat karena jadwal akan padat, apalagi dengan format best of five . Selain itu, chemistry dan mentalitas juga harus lebih baik. Sebagai pemain profesional, kita harus siap dalam setiap situasi. Jadi inilah yang ada, nikmati prosesnya selagi berlangsung,“ tutup Bram. (SAM)