SATRIA MUDA PERTAMINA BANDUNG BELUM BERHASIL AMANKAN KEMENANGAN KONTRA BOGOR HORNBILLS

SATRIA MUDA PERTAMINA BANDUNG BELUM BERHASIL AMANKAN KEMENANGAN KONTRA BOGOR HORNBILLS

Dibuat oleh Admin . Pada 06 June 2026 - 22:35

BANDUNG, SATRIAMUDA.ID - Satria Muda Pertamina Bandung belum berhasil memenangkan pertandingan saat melawan Bogor Hornbills dengan skor 93–99 pada first round semifinals IBL Gopay 2026 di Bandung Arena. Satria Muda menurunkan Yudha Saputera, Sandy Ibrahim, Jalen Jones, Giorgi Bezhanishvili, dan Niven Antone Glover sebagai lima pemain pertamanya. Sesaat setelah pertandingan dimulai Satria Muda sempat tertinggal sembilan poin dari lawan, namun langsung direspon dengan cepat oleh Jalen Jones. 

 

Point in the paint 10 banding 6 pada kuarter pertama ini menunjukkan efektivitas serangan yang cukup baik dari Satria Muda. Dengan waktu yang tersisa, Satria Muda Pertamina Bandung berupaya memangkas selisih poin untuk mendominasi. Belum berhasil, kuarter pertama ditutup dengan skor sementara 21-26 oleh tim tamu. Widyanta Putra Teja membuka kuarter kedua dengan poin untuk Satria Muda. Satria Muda Pertamina Bandung sempat mengimbangi skor 35-35 sebelum akhirnya mengambil alih kedudukan. Big shot dari Niven Antone Glover menjadi dorongan semangat para pemain Satria Muda. Setelah beberapa aksi foul, half time ditutup dengan skor sementara 47-43 oleh Satria Muda Pertamina Bandung.

 

Second half berlangsung dengan tempo permainan yang cukup cepat. Beberapa kali tembakan percobaan di awal kuarter dari kedua tim juga belum berhasil dimanfaatkan. Satria Muda Pertamina Bandung berupaya untuk mengamankan kedudukan di kuarter ini. Sempat imbang 58-58, kuarter ketiga ditutup dengan skor sementara 60-62 oleh tim lawan. Mengambil alih kedudukan, itulah fokus Satria Muda Pertamina Bandung di kuarter penentu ini. Sorakan dari para pendukung memenuhi Bandung Arena, memberikan dorongan tambahan bagi para pemain Satria Muda. Namun, Jalen Jones yang kemudian disusul Abraham Damar Grahita harus mengakhiri permainannya lebih awal karena foul out. Belum berbuah hasil positif, Satria Muda Pertamina Bandung belum sukses mengamankan kemenangan dengan skor akhir 93-99. 

 

Secara statistik, Satria Muda unggul dalam rebound dengan total 47 berbanding 45. Akurasi free throw di angka 65 persen membantu tim memperjauh selisih skor. Akurasi field goals 42 persen (33/77), termasuk 50 persen untuk tembakan dua poin dan 32 persen untuk tembakan tiga poin. Kontribusi bench point dengan 20 poin dan 20 assist, menjadi catatan positif bagi Satria Muda Pertamina Bandung walau belum unggul.

 

Usai pertandingan, Djordje Jovicic memberikan evaluasi tegas seusai kekalahan timnya dari Bogor Hornbills. “Selamat untuk Bogor, mereka memang tampil lebih baik malam ini. Kami membuka pertandingan terlalu lunak, terutama di kuarter pertama ketika dalam lima menit awal mereka mencetak poin dari tiga offensive rebound dan transisi cepat. Sepanjang laga kami berusaha menemukan ritme bertahan, tetapi tetap terlalu lunak, terlalu jauh dari pemain lawan, sehingga memberi ruang besar di area tiga poin. Saat melakukan pergantian, agresivitas kami tidak cukup sehingga lawan kembali mendapat kesempatan. Di sisi ofensif, kami terlalu terburu-buru, terlalu banyak mengandalkan satu lawan satu tanpa kesabaran, sehingga tidak terlihat seperti sebuah tim. Jika ingin bersaing di final dan meraih gelar juara, kami harus tampil jauh lebih baik dengan energi yang lebih besar,” jelas Djordje Jovicic, pelatih Satria Muda Pertamina Bandung.

 

Coach Djordje juga menyoroti kesadaran akan kelemahan tersebut yang menjadi titik penting bagi tim untuk segera berbenah, karena tantangan di babak semifinal menuntut standar yang jauh lebih tinggi. “Sebagai pelatih, saya bersama staf harus mendorong pemain agar lebih agresif karena performa lunak seperti ini bukan gaya kami sepanjang musim. Permainan basket adalah kontak fisik bukan voli, jika tidak bisa mengontrol situasi satu lawan satu, akan sangat sulit. Di semifinal, kami dituntut lebih bertanggung jawab, serius, fokus, dan sabar dalam menyerang celah serta memanfaatkan mismatch. Masalah foul di babak kedua juga membuat kami kehilangan Jalen dan harus mengandalkan Pandu, yang menghadapi perbedaan ukuran signifikan. Kami harus lebih cermat mengelola foul agar rotasi berjalan baik. Semua ini akan kami evaluasi dari pertandingan ke pertandingan, karena bukan hanya bergantung pada kami, tetapi juga pada bagaimana lawan bermain,” tambahnya. 

 

Sementara itu, Abraham Damar Grahita menekankan pentingnya karakter dan energi tim dalam menghadapi seri semifinal. “Kredit untuk Bogor Hornbills yang berhasil mengambil game pertama. Mereka menunjukkan keinginan lebih besar untuk menang hari ini, sementara kami harus bisa menunjukkan karakter yang tepat agar mampu bangkit di game berikutnya. Mengenai babak kedua, saya rasa ini bukan soal strategi X dan O, melainkan soal diri kami sendiri. Kami tidak menunjukkan karakter, tidak menunjukkan energi, dan mereka bekerja lebih keras dari kami. Itu menjadi pelajaran berharga untuk ke depannya. Saya juga menyesalkan harus keluar karena foul, seharusnya tidak terjadi seperti itu, saya melakukan foul yang murah,” tutup Bram.

 

Selanjutnya, Satria Muda Pertamina Bandung akan kembali menghadapi Bogor Hornbills pada Minggu, 7 Juni 2026 di Bandung Arena.