Dibuat oleh Admin . Pada 08 June 2026 - 19:28
Bandung, 7 Juni 2026 - Satria Muda Pertamina Bandung raih kemenangan saat melawan Bogor Hornbills dengan skor akhir 89–81 pada second round semifinals IBL Gopay 2026 di Bandung Arena. Satria Muda menurunkan Yudha Saputera, Jalen Jones, Dame Diagne, Giorgi Bezhanishvili, dan Niven Antone Glover sebagai lima pemain pertamanya.
Setelah tip-off, poin pertama bagi Satria Muda berhasil dicetak oleh Jalen Jones. Kontribusi poin yang juga diberikan oleh Yudha Saputera dan Niven Antone Glover tentu membantu Satria Muda Pertamina Bandung untuk unggul. Selain itu, pergerakan luar biasa dari Yudha Saputera yang memberikan assist untuk Jalen Jones mencetak poin turut memeriahkan atmosfer pertandingan. Berlangsung agresif dari awal, Satria Muda menutup kuarter pertama dengan keunggulan 25-18.
Foul dari Yudha Saputera mengawali jalannya laga pada kuarter kedua. Kesempatan free throw yang diberikan membantu Satria Muda Pertamina Bandung untuk memperlebar jarak skor sementara. One handed dunk dari Giorgi Bezhanishvili menjadi semangat tambahan bagi para pemain Satria Muda. Kolaborasi antara Pandu Wiguna dan Yudha Saputera berhasil mencetak tambahan poin melalui slam dunk. First half ditutup dengan skor sementara 49-42 dominasi Satria Muda Pertamina Bandung.
Memasuki second half, Satria Muda fokus untuk mempertahankan keunggulan. Dengan selisih skor yang perlahan mendekat, Satria Muda berupaya untuk memperlebar dengan efektivitas serangan dan akurasi tembakan yang tepat. Beberapa aksi steals dan blocks turut mewarnai jalannya pertandingan. Sempat imbang 63-63, kuarter ketiga berakhir dengan skor sementara 68-65 oleh Satria Muda Pertamina Bandung, meninggalkan selisih 3 poin.
Kuarter penentu berjalan dengan tempo pertandingan yang cukup cepat. Setelah hampir terkejar pada kuarter ketiga, Satria Muda tampil dengan penyesuaian yang lebih efektif. Defense yang cukup solid dan serangan cepat dari Satria Muda tentu membuat tim lawan tidak mudah untuk mendominasi. Setelah gagal unggul di game pertama, Satria Muda Pertamina Bandung sukses memenangkan pertandingan dengan skor akhir 89-81.
Secara statistik, Satria Muda unggul dalam rebound dengan total 48 berbanding 40. Akurasi free throw di angka 80 persen membantu tim memperjauh selisih skor. Akurasi field goals 42 persen (30/70), termasuk 46 persen untuk tembakan dua poin dan 36 persen untuk tembakan tiga poin. Kontribusi bench point dengan 11 poin dan 23 assist, menjadi catatan positif bagi Satria Muda Pertamina Bandung.
Usai pertandingan, Djordje Jovicic menegaskan perbedaan besar dalam performa tim dibandingkan laga sebelumnya, sekaligus memberikan apresiasi atas energi dan tanggung jawab yang ditunjukkan pemain.
“Saya merasa hari ini saya melihat dua tim yang benar-benar berbeda. Kami bermain dengan energi, kontak fisik, serta tanggung jawab besar baik dalam menyerang maupun bertahan. Saya harus memberikan apresiasi kepada tim karena sepanjang pertandingan kami mampu mengontrol jalannya laga. Hanya di akhir kuarter ketiga dan keempat lawan sempat kembali bangkit, tetapi kami segera merespons dengan baik. Kami tidak memberi mereka kesempatan untuk mencetak poin mudah, sehingga setiap poin harus diperjuangkan. Inilah cara bermain yang seharusnya kami tunjukkan, dan saya yakin para pemain sudah mengambil pelajaran dari pertandingan sebelumnya melawan Hangtuah. Satu-satunya jalan adalah bermain basket dengan semangat, menikmati kompetisi, dan bertarung sepenuh hati,” jelas Djordje Jovicic, pelatih Satria Muda Pertamina Bandung.
Lebih lanjut, Coach Djordje menjelaskan detail teknis serta tantangan yang masih harus diperbaiki, menekankan bahwa semifinal adalah panggung kompetisi tertinggi di mana fokus, kebersamaan, dan dukungan suporter menjadi faktor penentu.
“Secara teknis, kami melakukan beberapa penyesuaian, mulai dari pertahanan pick and roll hingga spacing pada cross screen. Namun kami masih belum sepenuhnya mengontrol transisi, karena lawan mencetak hampir 28 poin dari situasi tersebut. Ada juga masalah spacing ketika Jalen menghadapi penjagaan kecil dan saat mereka melakukan trap. Itu menjadi catatan penting untuk diperbaiki di laga berikutnya. Lawan adalah tim hebat dengan kombinasi pemain asing dan lokal yang berkualitas, sehingga setiap pertemuan selalu penuh detail dan intensitas. Inilah semifinal, kompetisi antara empat tim terbaik di Indonesia, tidak ada yang mudah. Kami harus selalu siap bermain 100 persen, tetap fokus, saling mendukung, dan menjaga kebersamaan. Dukungan luar biasa dari para penggemar hari ini juga memberi energi besar, dan dalam atmosfer yang begitu riuh, komunikasi non-verbal seperti kontak mata menjadi pembeda antara tim biasa dan tim yang luar biasa,” tambahnya.
Sementara itu, Jalen Jones menegaskan pentingnya energi dan momentum tim dalam menghadapi persaingan ketat di semifinal.
“Kami merasa sangat baik sebagai sebuah tim. Para pelatih melakukan pekerjaan luar biasa dalam mempersiapkan kami untuk pertandingan ini, dan kami tahu harus tampil dengan energi yang tepat setelah laga sebelumnya. Pelatih menekankan hal itu kepada kami, dan saya rasa kami menunjukkan perbedaan besar kali ini. Momentum positif ini harus kami bawa ke game berikutnya. Lawan memiliki pemain asing yang hebat dan pelatih mereka juga mampu memotivasi dengan baik. Namun seperti yang saya katakan, bukan soal satu match-up saja, karena mereka punya pemain bagus di semua posisi. Saat ini empat tim terbaik di Indonesia sedang bersaing untuk meraih gelar juara, dan inilah esensi playoffs basketball, kompetisi keras di mana setiap tim harus siap bertarung,” tutup Jalen.
Selanjutnya, Satria Muda Pertamina Bandung akan kembali menghadapi Bogor Hornbills pada Rabu, 10 Juni 2026 di GOR Laga Tangkas.