Dibuat oleh Admin . Pada 08 December 2020 - 14:24
JAKARTA, SATRIAMUDA.ID - Pekan lalu Satria Muda Pertamina berkesempatan menjalani latih tanding menghadapi West Bandits Solo dan NSH Jakarta. Terlepas dari hasil yang didapat, kesempatan latih tanding ini menandai babak baru dalam persiapan SM Pertamina menyambut IBL Pertamax 2021. SM Pertamina menggeber persiapan menyambut musim baru sejak awal bulan November lalu atau dua setengah bulan sebelum jadwal mulai kompetisi. Secara waktu tentu ini merupakan periode yang amat singkat untuk mempersiapkan sebuah tim ke level kompetitif, namun situasi dunia olahraga Indonesia yang sedang tak tentu di tengah pandemi ini membuat situasi unik ini menjadi umum dan dirasakan oleh seluruh kontestan lain.
Dalam dua latih tanding yang dilangsungkan pada hari Selasa dan Kamis tersebut, SM Pertamina diperkuat oleh jumlah pemain yang relatif minim. 10 pemain pada pertandingan pertama dan hanya 8 pemain pada pertandingan kedua. Selain karena beberapa nama pemain SM Pertamina yang masih dalam masa libur pasca menunaikan tugas untuk tim nasional Indonesia, pada pertandingan kedua minggu lalu, Rivaldo Tandra harus absen karena aktifitas komersial dan Rizal Falconi menepi karena cedera minor yang Ia derita dari pertandingan pertama.
Kemenangan menghadapi West Bandits Solo merefleksikan gambaran yang utuh mengenai kondisi tim SM Pertamina. Dimotori oleh Christian Gunawan yang semakin dewasa dalam mengolah permainan dan Ngurah Wisnu yang mampu mengambil peran ganda, Avan Seputra, dkk tampil dengan rapi namun tidak klinis kala membungkam West Bandits Solo dengan skor 47-45. Selain capaian skor yang relatif rendah, akurasi tembakan pemain-pemain SM Pertamina dalam pertandingan perdana ini juga terbilang buruk karena hanya berkisar pada angka 30% saja. West Bandits Solo yang diasuh Ricky Lesmana memberikan ujian yang baik kala meningkatkan agresivitas serangan dan pertahanan pada babak akhir pertandingan yang membuat tim baru asal Solo ini memangkas selisih angka. Meski demikian, ketenangan dan kedewasaan permainan SM Pertamina terpancar jelas yang mampu memangkas turnover dan disiplin bertahan pada saat-saat krusial.
Pertandingan berikutnya melawan NSH Jakarta menjadi ujian yang berbeda bagi SM Pertamina. Meski tampil hanya dengan 8 pemain, SM Pertamina mampu membukukan kemenangan 81-54 atas NSH. Peningkatan akurasi tembakan sebesar 16% merupakan improvisasi positif yang amat melegakan, sekaligus menunjukkan progresi tim pasca pertandingan perdana menghadapi West Bandits Solo. Dengan indikator akurasi yang meningkat, serta catatan skor yang lebih tinggi, kedewasaan permainan SM Pertamina tetap terpancar. Dengan jumlah pemain yang terbatas, kepala pelatih Milos Pejic juga lebih dinamis dalam merotasi komposisi pemain. Bagusnya, para pemain mampu mempertahankan ritme positif meski dipasangkan dalam situasi yang berbeda-beda secara konstan sepanjang pertandingan.
Dua hasil positif dari pekan lalu merupakan sinyal yang positif bagi persiapan SM Pertamina menyambut musim baru IBL Pertamax 2021 mendatang. Tantangan selanjutnya bagi SM Pertamina adalah mengkombinasikan pemain-pemain yang sudah lebih dahulu berlatih dengan tim dengan pemain yang baru kembali dari tim nasional Indonesia pekan ini. Kombinasi ini akan menjadi poin krusial yang bisa menentukan arah perjalanan SM Pertamina di liga bulan Januari nanti, dan akan menemui ujian-ujian kecil pada partai uji coba selanjutnya yang akan dilakukan oleh SM Pertamina. (TSA)