Dibuat oleh Admin . Pada 11 March 2021 - 21:55
BOGOR, SATRIAMUDA.ID - Dalam konfrensi pers paska game melawan Prawira Bandung (11/03), Kepala Pelatih Satria Muda Pertamina (SM Pertamina), Milos Pejic, menerangkan bahwa kekalahan SM Pertamina atas Prawira Bandung 72-73 sore hari itu bukan sesuatu yang luar biasa. "Hal semacam ini terjadi dalam bola basket, kami sudah menunjukkan permainan yang baik, ini bukan tentang bagaimana kami kehilangan keunggulan kami, atau bagaimana pertahanan zona mereka yang membuat repot, saya tidak berfokus pada hal-hal itu. Saya melihat hari ini kami menunjukkan permainan yang baik, namun kami kalah tipis dari mereka, kadang seperti itulah permainan," ujar pelatih berkebangsaan Serbia ini pada awak media.
Arki Dikania Wisnu yang turut hadir dalam konfrensi pers tersebut juga mendukung apa yang dikatakan oleh pelatihnya itu. "Seperti yang disampaikan oleh Coach, itulah basketball. Memang menyakitkan untuk kalah dengan cara seperti ini, tapi kita harus ingat bahwa ini merupakan pertandingan pertama bagi semua tim dalam masa pandemi ini. Kami semua masih mencoba kembali dan mencari ritme permainan kami masing-masing. Saya lebih memilih kalah dengan cara seperti ini sekarang daripada kalah seperti ini dikemudian hari," ujar pemakai nomor punggung 33 di SM Pertamina itu.
Disinggung mengenai persiapan menjelang pertandingan, Arki juga menjelaskan bahwa SM Pertamina tidak memiliki kesempatan untuk mencoba lapangan pertandingan hingga beberapa menit sebelum pertandingan. Arki menerangkan bahwa selama berada di dalam gelembung IBL Camp, dirinya dan teman-temannya baru mendapatkan kesempatan untuk menggelar sesi latihan lapangan Kamis (11/03) pagi di lapangan ruang terbuka. Namun Arki menggarisbawahi bahwa Ia dan teman-temannya akan menemukan ritme permainan dan beradaptasi dengan lapangan cepat atau lambat. Meski terbatas, Ia yakin kedepan tantangan mengenai adaptasi lapangan ini akan mampu Ia atasi.
Disinggung mengenai peran yang diemban pada musim ini, Arki mengaku jajaran pelatih mengaharapkan dirinya menjadi senior yang baik, yang mampu membimbing rekan-rekan timnya sepanjang musim. Membantu pemain-pemain muda SM Pertamina untuk mengerti sistem permainan yang dimaui pelatih, dan membantu mereka berkembang.
Milos Pejic sempat ditanya mengenai rendahnya akurasi tembakan tiga angka pada pertandingan menghadapi Prawira. Menurut Milos Ia berfokus pada performa jangka panjang, satu game saja tidak cukup menurutnya untuk menilai performa akurasi tembakan tim. "Perlu 7-8 game untuk membangun feel pemain dalam menembak, dan jika bicara mengenai performa tembakan, saya lebih nyaman berbicara mengenai performa dalam satu musim, satu pertandingan tidak cukup untuk menggambarkan hal tersebut," ujarnya.
Arki Wisnu tidak berfokus pada raihan personal, apa yang terjadi di lapangan sesuai dengan apa yang dinstruksikan oleh pelatih. Tidak artinya mencetak angka banyak seperti malam ini namun tetap kalah. Disinggung mengenai kebugaran dan jadwal padat di IBL Pertamax 2021, Ia percaya bahwa dirinya mampu menghadapi tantangan yang ada meski sudah menginjak usia 32 tahun. Baginya selama Ia bisa merawat tubuhnya dengan baik dan menjaga kebugaran dirinya, Ia akan tetap melaju dan optimis bisa mempertahankan performa yang Ia miliki saat ini. (TSA)