Dibuat oleh Admin . Pada 31 January 2022 - 15:47
JAKARTA, SATRIAMUDA.ID - Satria Muda Pertamina akhirnya bertanding di Bandung setelah pertandingan sebelumnya melawan EVOS Thunder sempat ditunda akibat kasus positif COVID-19 yang menimpa Arief Febri dan Sandy Ibrahim. Pertandingan perdana di Bandung dimainkan Senin (31/1) siang di C-Tra Arena, Amartha Hangtuah, tim yang sebelumnya memiliki rekor sempurna dengan catatan lima kemenangan, ialah lawan perdana yang musti diatasi Avan Seputra, dkk di Bandung.
Perubahan susunan pemain mula merupakan penyesuaian pertama yang kasat mata, paska absennya Sandy Ibrahim untuk pertama kalinya musim ini. Antoni Erga bermain mengisi pos point guard, sementara Avan Seputra dipercaya sebagai starter mengisi pos yang ditinggalkan Sandy Ibrahim. Bermain dengan komposisi baru, Satria Muda Pertamina langsung menunjukkan tajinya sejak awal pertandingan. Bermain dengan oktan tinggi, Satria Muda mampu unggul 16 angka kala menutup kuarter pertama dengan skor 10-26. Performa ini terbilang amat apik, mengigat dalam satu minggu terakhir, tidak lebih dari 5 sesi latihan lapangan yang bisa dihelat oleh Satria Muda Pertamina karena bada COVID-19 yang secara langsung mempengaruhi aktivitas tim.
Amartha Hangtuah sendiri tampil di bawah performa rata-rata mereka pada kuarter pertama dengan hanya mampu mencetak 10 angka saja. Akurasi tembakan Fisyaful Amir, dkk yang biasanya mematikan sama sekali tidak nampak. Dari 9 percobaan tembakan tiga angka pada kuarter pertama, tidak ada yang berhasil menemui sasaran sama sekali. Pada kuarter yang kedua, Amartha Hangtuah lebih mampu mengimbangi Satria Muda Pertamina. Keduanya sama-sama mencetak 13 angka pada kuarter ini, sementara jalur andalan Amartha Hangtuah untuk mencetak angka, melalui tembakan tiga angka mulai terbuka dan lebih produktif. Tidak mau tertidur terlalu lama, Satria Muda Pertamina kembali memanaskan mesinnya pada kuarter ketiga. Mengandalkan pemain-pemain dari bangku cadangan, SM Pertamina melaju dengan ganas kala mampu mencetak 28 angka pada kuarter ketiga dan melebarkan jarak keunggulan menjadi 23 angka atas Amartha Hangtuah.
Pada lima menit pertama kuarter yang keempat, permainan Satria Muda Pertamina berubah menjadi monoton dan cenderung banyak melakukan kesalahan. Tercatat terjadi 8 turnover yang dilakukan oleh pemain-pemain Satria Muda Pertamina yang kesulitan dengan pertahanan ketat Amartha Hangtuah. Dalam permainan yang berjalan ketat ini, sempat terjadi beberapa friksi antar pemain kedua tim. Salah satu friksi yang terjadi melibatkan Elijah Foster, center Satria Muda Pertamina dengan Anton Waters, center Amartha Hangtuah. Keduanya sempat terlibat adu mulut yang berujung pada hadiah technical foul yang diberikan oleh wasit kedua, Rendy Dwiantino pada saat pertandingan menyisakan 6 menit. Situasi panas masih berlanjut antara keduanya, paska mencetak angka ke ring Amartha Hangtuah, Elijah yang melangkah di atas tubuh Anton didakwa melakukan unsportmanlike foul. Keputusan ini praktis membuat Elijah harus menuju ruang ganti lebih cepat, serta mendapatkan larangan bertanding sebanyak satu kali sesuai peraturan IBL. Meski bermain antiklimaks pada kuarter terakhir, Satria Muda Pertamina menutup pertandingan dengan skor 67-85 sekaligus memastikan kemenangan perdana di Bandung. (TSA)
Foto Oleh: Hariyanto/IBL Indonesia