Dibuat oleh Admin . Pada 20 August 2026 - 17:20
BANDUNG, SATRIAMUDA.ID - Kota Bandung bagi Pandu Wiguna akan selalu menjadi tempat yang spesial. Datang dari Riau ke Bandung pada medio 2013 untuk mengejar pendidikan tinggi sebagai mahasiswa, Pandu mengalami banyak momen-momen penting selama di Bandung yang mengubah arah hidupnya menjadi atlet basket profesional.
Perjalanan basket Pandu Wiguna dimulai dari UKM Universitas Telkom. Pandu yang saat itu menjalankan studi di Fakultas Teknik pelan-pelan merambah kejuaraan antar klub di Bandung, kala bermain untuk Klub Basket Sriwijaya Bandung. Kejuaraan ini juga yang menjadi pintu masuk pertama bagi Pandu untuk masuk ke ranah profesional. Penampilannya di lapangan kala itu menarik minat dari staf kepelatihan Bank BJB Garuda Bandung.
Setelah rangkaian proses trial yang dijalani bersama Bank BJB Garuda Bandung, Pandu berhasik mengamankan kontrak profesional pertamanya pada tahun 2017. Dalam asuhan pelatih Garuda saat itu, Almarhum Andre Yuwadi, Pandu berkembang menjadi nama baru yang mencuri perhatian di liga profesional.
Setelahnya Pandu menghabiskan 9 tahun karirnya di Bandung sebagai pemain profesional bersama berbagai klub. “Tidak pernah terpikirkan kalau saya akan pindah dari Bandung, Atmosfer dan dukungan dari masyarakat Bandung berbeda dari kota-kota yang lain. Suporternya, antusiasmenya, terasa wah.” ujar pemain yang akan menginjak usia 31 tahun bulan Oktober nanti.
“Atmosfir dan dukungan dari masyrakat di Bandung itu berbeda. Antusiasme suporternya, serta dukungannya, sangat wah. Spesial,” ujar pengguna nomor punggung 16 itu. Secara total, Pandu sendiri menghabiskan 13 tahun di Bandung, kombinasi dari masa-masa kuliahnya, bermain basket profesional, dan berkeluarga sejak kepindahannya dari Riau.
“Tentu ada rasa sedih harus meninggalkan Bandung, namun dengan situasi hidup sekarang, dimana saya sudah berkeluarga dan umur sudah senior, saya harus mencari yang terbaik untuk keluargaku. Sedih harus meninggalkan Bandung, namun antusias juga untuk hal-hal baik yang ada di depan” tambah pemegang titel Sarjana Teknik ini.
Pandu sendiri menggambarkan kepergiannya dari Bandung kali ini sebagai tahapan lain dari kehidupannya sebagai perantau. Jika pada tahun 2013 Ia meninggalkan Riau untuk ke Bandung sebagai mahasiswa, kini Ia kembali harus merantau kala meninggalkan Bandung. “Terima kasih untuk seluruh dukungannya selama saya berkarir di Bandung, saya mohon pamit dulu untuk merantau. Semoga kita bisa berjodoh kembali di masa depan,” pungkasnya. (TSA)